Sihir Pemisah (Sihr at-Tafriq)
========================
Sihir Pemisah - secara tekstual - hanya berkaitan dengan gangguan sihir yg menyerang pasangan suami isteri sbgmana disebutkan dlm alQuran (QS. _Al-Baqarah : 102) dan HR. Muslim.
Tapi dlm perkembangannya, sihir pemisah bisa juga menyerang siapa saja yg punya hubungan atau ikatan kasi sayang, ikatan perjanjian, ikatan ukhuwah dsb.
Syaikh Wahid Abdus Salam Bali membagi jenis sihir Tafriq kepada enam :
1 • Sihir yg dapat memisahkan anak dan ibu.
2 • Sihir yg dapat memisahkan anak dan ayah.
3 • Sihir yg dapat memisahkan dua yg bersaudara.
4 • Sihir yg dapat memisahkan dua yg berteman.
5 • Sihir yg dapat memisahkan dua yg bermitra dlm bisnis dan selainnya.
6 • Sihir yg dapat memisahkan suami - isteri.
•》 Tanda yg mengindikasikan adanya sihir :
a • Keadaan yg berubah secara tiba-tiba dari cinta menjadi benci.
b • Timbul banyak kecurigaan diantara keduanya.
c • Tidak mau menerima uzur (maaf dsb).
d • Membesarkan masalah-masalah kecil.
e • Berubah pandangan thd pasangan / kawan / saudaranya.
f • Yg terindikasi kena sihir membenci semua yg dilakukan oleh pasangan / teman / saudaranya.
g • Yg terindikasi kena sihir membenci tempat / posisi / organisasi / jamaah dimana pasangan / teman / saudaranya berada di tempat tsb.
○ Ibnu Katsir menyebutkan sebab perpisahan itu adanya pandangan buruk yg mengisi pikiran / asumsi thd pihak lain.
○ Pihak yg terindikasi terkena sihir, sebaiknya :
I • Memperbanyak tilawah, dzikir dan meningkatkan ibadah kpd Allah sbg bentuk pembentengan diri.
II • Menutup celah aib pasangan / saudara / teman dan tidak mengumbarnya di medsos. Karena hal itu semakin menguatkan pihak penyihir akan keberhasilannya. Juga,  membuat si penebar kecurigaan dan kebencian semakin lemah dan akan terus bertambah rasa bencinya kpd pasangan / saudaranya. Jiwanya akan menderita selama sihir terus bekerja.
III • Berbaik sangka dan banyak merenungkan baik buruknya perpisahan / perceraian mereka : Siapa yg diuntungkan dan siapa yg dirugikan?
Wallahul Musta'an.
=======
Medan, 23 Juli 2018
Musdar Bustamam Tambusai

Post a Comment