THIBUN NABAWI VS VIRUS HIV AIDS



✒ Ahmad Khaerul Mu'min (Ketua QHI DPD Karawang)

Beberapa bulan yang lain ada yang meminta bantuan kepada saya, kakanya pasien mengatakan bahwa adiknya mempunyai penyakit HIV aids,, belum juga pergi saya berfikir bagaiama cara penanganannya?? Padahal saya belum pernh menangani pasien yang seperti ini,,
Lalu saya berdoa memhon kepada Allah petunjuk,, lalu dalam fikiran terbesit

Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan,

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Perkataan ‘Ali –radhiyallahu ‘anhu– di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Kesimpulanya semua penyakit (musibah) pasti ada dosa2 yang pernah dilakukan.

Lalu saya pun pergi kerumah pasien dengan membaca bismillah smoga Allah memberikan petunjuk bagaiama penanganya

Sesampainya disana saya seperti biasa memperkenalkan diri dan Organisasi QHI, dan mendiagnosa,, pasien mengidap penyakit hiv di karnakan suami dulunya yang menularkan, namun keluarganya tidak tahu, itupun di ketahui karna suaminya langsung ngedrop dan Allah mengambil nyawanya, baru setelah kejadian itu istri dan keluarganya menjadi tahu, pasien kedaanya sudah tidak bisa berdiri tegak, menggunakan alat bantu pun kaku sekali.

Seperti biasa kita memberikan pemahaman permasalahan tauhid, musibah dan penyakit.

Saya muali melakukan ruqyah sesuai sop, di temukan beberapa benda yang di curigai, saya pun membimbing pasien untuk bertaubat, setelah itu saya pun meruqyah standart, sempat beberapa rekasi dari dalam tubuh pasien, namun saya tetap meruqyah pasien,,, setelah selesai saya pun menyarankan untuk mengkonsumsi teh ruqyah sebagai kombinasi antara pengobatan ilahiyah (ruqyah) dengan alamiayah ( mengkonsumsi herbal).

Berberapa hari kemudian kakanya pun mengkonfirmasi kalau adiknya bisa jalan cepat walaupun masih pake tongkat,, namun keluarga sangat bahagia, ternyata dengan ruqyah dan herbal tanpa mengkonsumsi obat kimia
Subahanallah...

Lalu sayapun kembali ke rumah pasien atas permintaan pasien
Saat sesi kedua saya menyeting hatinya lagi.. dan Alhamdulillah Allah menurunakan hujan lebat sekali sehingga kesempatan saya untuk meruqyah media air berkah.

Setelah beberapa hari berikutnya Alhamdulillah dari pinggang sampai kaki mulai enteng,, namun daerah mulut mulai berjamur, sehingga tidak enak sekali saat makan, lalu saya berfikir herbal apa yang cocok??, akupun berdoa kepada Allah terlintas obat herbal 3 sunnah, maka akupun mengarahkan untuk mengkonsumsinya,, dengan izin Allah,, seketika Allah sembuhkan lidahnya menjadi enak untuk makan.

Dihari berikutnya saya di mintai lagi ruqyah lanjutan, namun saag berada di rumah pasien tidak ada terlihat tanda2 kemajuan,, kesembuhan hanya sekitar 40%, lalu saya bertanya bagaimana dengan sholatnya??
Kakanya menjawab ngga mau sholat sama sekali.

Ternyata karna sebab ini yang membuat Allah menangguhkan kesembuhannya,, dari Allah terapi Allah menunjukan kebesaranNya dengan bukti kemjuan pesat kesembuhan tanpa obat kimia sekalipun, namun hidayah dan kesembuhan adalah milik Allah, saat hamba Allah enggan untuk mendekatkan diri kepadaNya, maka Allahpun Akan menangguhkan keinginanya.

Smoga dari cerita ini bisa menjadi pelajaran untuk kita smua.

Kisah nyata ini bukan rekayasa yang bisa di buktikan kebenarannya

Konsultasi & info ruqyah
0857-1513-1978

Alamat Web
http://www.quranic-healing.com/

Perdana Akhmad, S.Psi

Seorang Praktisi Ruqyah yang (Dengan Idzin Allah SWT) Akan Membagi Ilmu dan Seni Pendayagunaan Energi Ruqyah Keseluruh Umat Islam NO.Telp:081379666696 Pin BlackBerry : 2A22C8EA

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak