FLY WATER THERAPY (FWT)
Founder : Erwin Burhanudin

Apa itu Fly Water Therapy?
FWT adalah terapi air celupan lalat yang diminumkan untuk mengatasi gangguan seputar usus dan pencernaan. Maupun penyakit yang diakibatkan oleh virus seperti flu, campak, gondok, kelumpuhan, hepatitis dan multiple sclerosis.

Cara Membuat dan Terapinya
1. Siapkan 1 Liter Air Minum (air mineral)
2. 7 lalat Hidup
3. Tenggelamkan 7 Lalat Hidup Kedalam Air Minum. Diamkan Selama 5 Detik. Keluarkan Lalatnya.
4. Bacakan Dengan Alfatihah dan Ayatusifa. Tiupkan Ke Air.
5. Minum (habiskan dalam 1 hari, bagi 3 bagian, pagi-siang-malam)

Ulangi hingga 7 hari.

Alhamdulillah FWT ini saya temukan berdasarkan analisis lapangan dan benar-benar ampuh terbukti (tajrib) mengatasi penyakit gangguan pencernaan.

Sandaran Hadits FWT
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Apabila lalat jatuh di bejana salah satu diantara kalian. Maka tenggelamkanlah. Karena pada salahsatu sayapnya ada penyakit. Dan salah satu sayap lainnya sebagai penawar." (HR.Bukhari, Ibnu Majah)

Dari hadits diatas sudah jelas maknanya. Bahwa pada sayap kiri lalat mengandung berbagai penyakit yang dapat merusak kesehatan tubuh manusia. Sebaliknya pada sayap sebelah kanannya mengandung penawarnya. Oleh karena itu Rasulullah Saw, 1400 tahun yang lalu mengabarkan kepada kita tentang bahaya lalat dan juga keutamaan lalat dalam penyembuhan penyakit. Bayangkan jutaan bakteri yang dibawa lalat  masuk kedalam tubuh manusia. Sungguh biaya yang tidak sedikit jika ditangani oleh kedokteran modern. Inilah keutamaan wahyu Illahi yang terucap dari lisan Nabi Saw. Dan menjadi pelajaran bagi kita bahwa agama adalah untuk ditaati bukan di mentahkan dengan logika. Merasa jijik maupun menafikan wahyu seorang nabi.

Sandaran Ilmiah FWT
Pada tahun 1871. Prof. Brefild, ilmuwan Jerman dari Hall University menemukan mikroorganisme jenis Fitriat yang diberi nama Ambaza Mouski dari golongan Andomofterali. Ambaza Mouski ini berkumpul didalam sel-sel sehingga membentuk kekuatan yang besar. Kemudian sel itu akan pecah dan mengeluarkan sitoplasma yang dapat membunuh kuman-kuman penyakit.
Sel-sel tersebut terdapat di sekitar bagian bawah perut lalat.

Kemudian pada tahun 1947, Ernestein seorang kebangsaan Inggris juga meneliti Fitriat pada lalat ini. Hasil penyelidikannya menyimpulkan bahwa Fitriat tersebut dapat memusnahkan berbagai bakteria.

Berikutnya pada tahun 1950, Roleos dari Switzerland juga menemukan mikroorganisme ini dan diberi nama Javasin.

Dan beberapa ilmuwan lain seperti Prof. Kock, Famer (Inggris), Rose, Etlengger (Jerman) dan Blatner (Switzerland) membuat penelitian dan menyimpulkan hal yang sama tentang mikroorganisme pada lalat sekaligus membuktikan bahwa berbagai penyakit yang ada ditubuh lalat terdapat dikakinya. Dan justru mikroorganisme yang dapat membunuh kuman itu tidak dapat keluar dari tubuh lalat kecuali setelah disentuh oleh benda cair. Cairan ini dapat menambah tekanan pada sel-sel yang mengandung mikroorganisme penolak kuman-kuman sehingga pecah dan memercikan mikroorganisme istimewa ini.

Wallahu'alam bishowab

Rwin Burhan

Post a Comment