Azimat ini saya dapatkan dari seorang muslim, namun karena keawamannya meminta azimat pada seorang dukun yang berasal dari BALI (Pulau "jin" Dewata).

Saya mendapatkan azimat ini karena saya mensyaratkan sebelum saya meruqyah anaknya yang terkena gangguan jiwa harus bersih dari benda-benda syirik seperti azimat, benda keramat.


Lalu diberikanlah azimat yang sebelumnya berupa bundelan berlapis kain mori putih. Saya lalu membuka bundelan/buhul tersebut dan mendapatkan kertas yang difoto copi gambar setan-setan (sebab bentuknya dan gambarnya mengerikan) walaupun kalangan tertentu di Bali menganggapnya sebagai Dewa.

Dukun bali menjanjikaan dengan menyimpan azimat ini maka keluarganya akan terlindungi dari segala mara bahaya, ternyata berbanding terbalik, bukan ketenangan namun musibah dan celaka yang didapat sebab anaknya menjadi gila. Alhamdulillah setelah saya bakar jimatnya dan saya mengajak seluruh keluarganya bertawasul dengan amal sholeh (dengan membakar jimat bali ini) agar anak mereka sembuh dari gangguan jiwanya.

Kalangan yang berkutat dalam ilmu mind technology (NLP) hanya menganggap jimat sebagai ”ANCHOR”(pembangkit) yang berefek placebo pada orang yang meyakininya hingga lebih percaya diri dan memberi sugesti positif.

Namun studi kasus yang saya hadapi langsung pada para pemakai azimat, malah akan mendatangkan efek negatif bagi psikis mereka, sebab azimat yang hanya dikaji dari sisi psikologis oleh praktisi NPL namun mereka lupa bahwa ada sisi spiritual dalam islam yang menyatakan bahwa pemakai azimat akan mendapatkan kerugian di dunia dan akhirat.

Dari pada berkutat pada anchor syirik alangkah lebih baiknya mencari anchor syar'i seperti bersedekah, berdzikir atau beramal sholeh lainnya, Insya Allah berguna bagi pembangkitan sugesti positif dan berpahala juga mendapatkan ganjaran dunia dan akhirat dari Allah Ta'ala....

Post a comment